Thursday, September 29, 2016

Ahok Pasti Kalah


Mendengar komentar beberapa bakal calon gubernur DKI ditanya mengenai peluangnya di pilkada tahun 2017, rata-rata menjawab pasti menang, bahkan ketika ditanya bagaimana peluangnya berhadapan dengan petahana, maka jawaban yang keluar adalah : “ahok mah kecil, pasti kalah dia ! “

Ada juga jawaban yang optimis karena melihat statistic yang ditayangkan di beberapa media ternyata elektabilitas ahok hanya 43%. Masing-masing penantang merasa masih ada peluang kurang lebih sekitar 45% undecided voter yang masih melihat lihat siapa para balon yang nantinya akan benar-benar dicalonkan sebagai kandidat DKI-1.  Jadi sebenarnya pertarungan putaran 1 dapat dipastikan adalah pertarungan diantara para penantang petahana itu sendiri karena secara elektabilitas ternyata mereka semua hanya mampu meraih single digit saja saat ini kecuali satu balon yaitu Ridwan Kamil.

Tentunya pertarungan di putaran awal sangat penting, karena salah-salah jika perolehan suara Ahok 50+1 maka selesailah sudah dan untuk mengejar selisih 8% rasa-rasanya untuk Ahok tidak akan terlalu sukar,  terlebih jika penampilan para penantang petahana tidak menyakinkan di waktu yang tersisa sampai dengan tahun 2017 nanti.

Mereka berharap di putaran ke 2 barulah pertarungan sesungguhnya yaitu head to head dengan Ahok dengan harapan para pemilih yang tadinya tersebar ke beberapa balon maupun yang belum menetapkan pilihan akan segera menetapkan pilihan dengan catatan yang penting bukan Ahok
Jika melihat hasil survey yang dilakukan oleh CSIS pada tanggal 5-10 Januari 2016 dengan tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin error +/- 4,9 persen terhadap 12 nama balon, maka hasilnya adalah sebagai berikut :
  1. Basuki T Purnama (Ahok)      : 43,25 %  
  2. Ridwan Kamil                         : 17,25 %  
  3. Tri Rismaharini                       :   8,00 %  
  4. Adhyaksa Dault                      :   4,25 %  
  5. Hidayat Nur Wahid                 :   4,00 %  
  6. Tantowi Yahya                        :   4,00 %  
  7. Abrahan ‘Lulung’ Lunggana   :   3,75 %  
  8. Nachrowi Ramli                      :   3,75 %
Jika para balon itu percaya diri akan menjadi keluar sebagai pemenang, pertanyaan berikutnya adalah kepada para partai pendukung balon tersebut. Seberapa yakin kah jagoan mereka akan menang. 

Ada hal menarik yang dilakukan Koalisi Merah Putih (KMP) melalui sosmed tweeter, yaitu melalukan survey mencari siapa kira-kira yang layak dicalonkan sebagai kandidat DKI-1. Hasilnya cukup mengejutkan

Mungkin survey pertama ini dirasa kurang valid oleh para admin’nya sehingga perlu diulang kembali dua hari kemudian dengan hasilnya adalah

Jika melihat survey internal kecil-kecilan semacam ini sudah barang tentu akan membuat para tokoh-tokoh sentral partai menjadi galau karena ternyata diluar dugaan respon yang diberikan melalui sosmed mereka sendiri ternyata nama Ahok masih yang terdepan.

Sejatinya jika partai-partai tersebut memang benar mewakili rakyat, tentunya mereka dalam hal menjaring calon sepatutnya mencari masukan dari rakyat yang diwakilinya dengan mendengarkan masukkan masyarakat sehingga dalam menetapkan balon tidak berseberangan dengan aspirasi konstituennya.
Anehnya baik para penantang maupun para partai pendukung nya merasa mampu mengalahkan petahana karena dinilai banyak memiliki dosa dan kekurangan selama menjabat wakil gubernur maupun setelah menjadi gubernur. 

Terus terang ketika para balon dan partai pendukung tertentu mengatakan dengan lantang bisa menang melawan petahana saya pun serius menyimak sambil mencari tahu bagaimana kira-kira jurus andalan yang akan dipakai, dari sisi mana mereka akan masuk menyerang untuk mengalahkan Ahok.

Setelah lihat sana sini akhirnya saya agak sedikit kecewa juga, ternyata bukan visi misi maupun program yang ditawarkan akan tetapi cuma menceritakan kejelekan ini itu dari petahana. Sungguh disayangkan, dengan waktu tersisa yang semakin dekat, para penantang sepertinya belum menemukan jurus yang tepat untuk mulai menjual dirinya di masyarakat DKI. 

Kalau hanya berkoar koar bisa menang tapi tanpa roadmap yang jelas apa yang akan dilakukan untuk memperbaiki Jakarta, mohon maaf saja berarti para penantang petahana itu sama saja menghina warga DKI karena menganggap warga DKI buta politik dan tidak mengerti apa yang sedang terjadi di Jakarta.

Ayolah, mumpung masih ada waktu … kalau para penantang ini yakin bisa mengalahkan petahana, maka gunakanlah waktu yang tersisa untuk mulai menjual program andalan masing-masing ke warga DKI, sehingga warga DKI bisa menilai, mengukur dan menganalisa secara arif menggunakan hati nurani mana dari tiap program yang ditawarkan itu yang berpihak kepada warga DKI dan dengan niat tulus akan dilaksanakan tentunya.


No comments:

Post a Comment